02.23

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Ping dari Blogger Pontianak untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah dalam topik Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan penolakannya atas usulan rancangan peraturan daerah (raperda) yang melegalkan penjualan minuman keras (miras) di Kota Makassar. Bahkan, PKS menyatakan siap menjegal pasal pelegalan penjualan miras dalam raperda perizinan tertentu yang diusulkan Pemerintah Kota (Pemkot). Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Irwan ST menegaskan, PKS baik atas nama partai maupun fraksi, menyatakan menolak praktik jual beli miras secara bebas.

“PKS menolak jika miras ini akan diperjualbelikan secara bebas. Poin tentang retribusi izin tempat penjualan ini harus dikaji kalau perlu dihilangkan,” ungkapnya kepada media di Gedung DPRD Makassar, kemarin. Sejumlah legislator juga turut menyatakan penolakannya atas pasal pelegalan penjualan miras tersebut.

Mereka mendorong agar penjualan miras dikembalikan pada porsi semula, di mana yang bisa menjual dan dilegalkan untuk ditarik pajaknya hanya hotel dan tempat hiburan malam (THM). “Kami masih menunggu detail kajian Badan Legislasi soal izin penjualan miras ini. Lagi pula ada perda sebelumnya yang mengatur tentang miras, jadi harus dipahami betul,”ujar Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Endre Cecep Lantara.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD Makassar Asriady Samad sebelumnya mengatakan, pembahasan mengenai detail pengaturan penjualan miras itu akan dibicarakan di tingkat panitia khusus (pansus) yang akan dibentuk nanti. “Namun, usulan yang ada sekarang adalah menaikkan setinggi mungkin retribusi penjualan. Selain itu, pengecer yang diatur dalam poin pemberian izin itu dihilangkan. Akan tetapi, kami juga mengharapkan opsi menghilangkan aturan ini, walaupun sulit karena diatur dalam undang-undang,” kata anggota Komisi A DPRD Makassar itu.

Usulan menaikkan nilai retribusi merupakan hal yang paling realistis dan berkembang diusulkan dalam pembahasan raperda ini nanti. Dalam usulan Pemkot Makassar, retribusi penjualan miras dibagi dua, yakni penjualan langsung dikenakan Rp7,5 juta per tahun dan pengecer dikenakan Rp5 juta per tahun.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyatakan, pengaturan penjualan miras dalam perda justru untuk membatasi peredarannya. Menurutnya, jika perda tersebut disahkan, penjualan miras bisa dikendalikan.“Dalam draf raperda tersebut, penjualan miras akan dibatasi. Selama ini miras dijual di sembarang tempat dan banyak dampak kriminal yang ditimbulkan,”katanya kemarin seusai memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Aula Al-Jibra Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Wali Kota juga menyayangkan protes yang diajukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Pemkot membatalkan raperda itu. Menurutnya, tidak seharusnya MUI mengkritik draf raperda sebelum membaca isinya, majelis ulama hanya melihat konsep dan judul raperda penjualan miras.

Sementara itu, dalam isi draf raperda sama sekali tidak ada rencana dari Pemkot untuk melegalkan penjualan minuman keras.“Kita tahu dampak miras bagi masyarakat. Karena itu, kami mencoba membuat aturan membatasi penjualannya, tidak lebih dari itu, ”tandasnya. Dan terakhir Ping untuk Blogger Indonesia.
READ MORE ~>> Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

00.41

Sebelas kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar

Sebelas kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) belum siap menerapkan KTP elektronik (e-KTP). Di kabupaten ini hanya lima kabupaten yang dinyatakan siap menjalankan program nasional ini.

Kelima kecamatan itu, yaitu Tinambung, Wonomulyo, Balanipa, dan Matakali,” kata pendamping e-KTP Kabupaten Polman yang merupakan tenaga dari Sucofindo, Fahri Yasir, di Polman,kemarin. Adapun ke-11 kecamatan yang belum siap tersebut karena beragam kendala.

Ada yang belum memiliki listrik, ada kantor kecamatan yang tidak aman dijadikan tempat penyimpanan alat-alat e-KTP,dan masih ada perangkat yang rusak. Dalam waktu dekat, masalah pengadaan listrik akan teratasi karena sudah dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman.

Sementara untuk keamanan perangkat masih diusulkan pengadaan ke dalam APBD Perubahan. “Catatan Sipil meminta kecamatan yang belum memiliki kantor yang representatif sebagai tempat penyimpanan perangkat e-KTP mengajukan proposal untuk dimasukkan ke dalam APBD Perubahan,” tuturnya.

Perangkat pembuatan e- KTP memang harus berada pada tempat yang representatif karena perangkat-perangkat itu menyita perhatian. Selain itu, server harus online terus- menerus agar pusat dapat setiap saat mengambil data. Peralatan e-KTP terdiri atas kamera,alat pemindai tiris mata, alat pemindai tanda tangan, dan alat pemindai sidik jari. Kecamatan Tinambung menerima alat pembuatan e-KTP masing-masing satu unit.“Padahal, seharusnya dua unit,” ujarnya.

Kecamatan Polewali juga belum sepenuhnya siap menerapkan e-KTP. Pasalnya, perangkat yang didistribusikan ke kecamatan itu ada yang mengalami kerusakan, yakni alat scan iris (alat pemindai retina). Ada keinginan menukarkan alat di kecamatan yang belum memiliki listrik atau tempat yang aman ke kecamatan yang sudah ada listrik dan tempatnya aman.

“Namun, hal itu tidak bisa serta-merta dilakukan karena harus dikonsultasikan dan dibuatkan berita acara,” tandasnya. Sementara itu, Kecamatan Tinambung dinyatakan sebagai daerah yang pertama kali menerapkan e-KTP di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Setelah beberapa kali tertunda, penerapan e-KTP diluncurkan untuk yang pertama di kecamatan tersebut, Senin (26/9).

Pada peluncuran tersebut, perangkat e-KTP berhasil terkoneksi ke server pusat. Kepala Kantor Catatan Sipil (KCS) Polman Sarja mengatakan, pelaksanaan e-KTP semula direncanakan 1 Agustus. Namun, diundur menjadi 15 Agustus karena keterlambatan pengiriman alat dari Jakarta. Kemudian diundur lagi karena alat belum siap.

“Harusnya pelaksanaan e- KTP yang dicanangkan lebih awal di Kecamatan Polewali. Namun,karena Kecamatan Polewali belum siap dan Tinambung lebih siap sehingga pelaksanaan e-KTP dimulai di Kecamatan Tinambung,” kata Sarja.

Penerapan e-KTP harus dipercepat, sebab jika hingga September ini belum terlaksana, konsekuensinya penerapannya bisa dialihkan ke 2012. Dia juga menyampaikan, sejumlah alat yang akan digunakan dalam mendukung pelaksanaan e-KTP yang tiba di kecamatan ada yang rusak. Salah satunya alat pemindai tiris mata yang dilaporkan dari sejumlah kecamatan rusak sebelum digunakan.

Kerusakan itu akan dilaporkan kembali ke pusat untuk diganti. Meskipun nanti pelaksanaan e-KTP sudah berjalan,pelaksanaan KTP manual akan tetap dilayani.Apalagi, penerbitan e-KTP butuh proses yang lama karena datanya masih harus dikirim ke pusat terlebih dahulu.

Dalam kesempatan tersebut, operator berhasil melakukan koneksi ke server pusat dan berhasil membuat KTP. Namun demikian, masih ada yang gagal. “Beberapa KTP tidak terkoneksi dengan pusat. Untuk itu, masih akan diteliti penyebabnya bersama Catatan Sipil. Kemungkinan masih ada kepemilikan nomor ganda,” kata pendamping kecamatan e-KTP Rahmat Asis ketika dihubungi SINDO,kemarin.

Dia memperkirakan kesalahan terjadi saat enrollment (pengumpulan data). Untuk menghindari kesalahan terulang, akan dilakukan validasi data bersama Kantor Catatan Sipil Polman yang kemudian dikirim ke kecamatan dan desa.
READ MORE ~>> Sebelas kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar

16.25

Cabang olahraga atletik

Cabang olahraga atletik yang diikutkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XI menyiapkan delapan atlet terbaiknya untuk mengikuti event yang akan digelar 29 September–6 Oktober 2011 di Riau. Saat ini para atlet telah memasuki masa latihan pemantapan teknik dan strategi.

Untuk atletik, kami menyiapkan delapan atlet dan saat ini kami tengah intens menggelar latihan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari di lapangan atletik Sudiang,”ungkap Pelatih Atletik Popnas Daniel Lius, kemarin. Daniel mengatakan,dari para atlet, Sulsel mengandalkan tiga orang yang diharapkan mampu menyumbang medali.

Mereka adalah Hasruni di nomor lari 100 meter dan 200 meter putri, Juanda Wirawardana di nomor 100 meter dan 200 meter putra, serta Idris Muliandi di lompat jauh. Berdasarkan prestasi sebelumnya, para atlet ini dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbang medali di Popnas. Hasruni sendiri sebelumnya pernah mewakili Indonesia pada kejuaraan Asia antarsekolah di Singapura.

Atlet binaan PPLP Sulsel ini dinilai masih menjadi pelari terbaik di kelasnya. Sementara Juanda Wirawardana yang masih remaja mampu menempati peringkat 16 pada Pra-PON atletik lalu bersama dengan para senior. Dengan demikian, Daniel berharap saat diturunkan di Popnas,atlet ini mampu menunjukkan dominasinya di antara para pelajar lain.

“Dua atlet ini kami prediksi mampu mendulang medali di Popnas.Apalagi, melihat prestasi mereka sebelumnya di Pra- PON dan beberapa kejuaraan pelajar sebelumnya. Semoga saja latihan yang selama ini kami lakukan mampu terus meningkatkan kemampuan para atlet sebelum Popnas,”papar Daniel Lius.

Selain dua atlet tersebut, atletik Popnas juga mengandalkan nomor lompat jauh di tangan Idris Muliandi yang sebelumnya juga pernah mendulang perak pada olimpiade pelajar yang digelar di Surabaya. Atlet ini diharapkan mampu mendulang emas atau minimal mempertahankan prestasinya pada olimpiade lalu.

Daniel mengatakan,tak ingin sesumbar dengan menargetkan medali untuk para atletnya. Namun, dia optimistis akan mampu menyumbangkan medali untuk Sulsel di Popnas mendatang.“Memang saya tidak ingin terlalu semangat dengan menargetkan medali yang banyak. Tapi, kami yakin akan menyumbang medali,” katanya.

Keyakinannya bertambah setelah jelang Popnas mendatang, latihan telah digelar dua kali dalam sehari. Dia mengatakan, terlihat ada perkembangan yang sangat signifikan dari para atletnya setelah menggelar latihan dua kali sehari tersebut.

“Kami semakin optimistis setelah menggelar latihan pagi dan sore terlihat ada peningkatan yang sangat signifikan dari para atlet. Kami hanya terus menjaga agar para atlet bisa tetap bugar sampai pelaksanaan nantinya,”katanya. Demikian catatan online Blogger Pontianak yang berjudul Cabang olahraga atletik.
READ MORE ~>> Cabang olahraga atletik

09.45

Penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia

Ping dari Blogger Pontianak untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengabulkan penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia sebanyak 10.000 orang dari usulan kuota sesuai dengan data jumlah penduduk berdasarkan sensus penduduk. Jadi, total jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan tahun 2011 sebanyak 221.000 orang.

Demikian diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali di VIP Room Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (11/9/2011), saat baru tiba dari Arab Saudi, didampingi Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, dalam rangka persiapan penyelnggaraan ibadah haji 1432 H/2011.

"Tambahan kuota haji tersebut akan dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 7.000 orang sehingga jumlah jemaah haji reguler menjadi 201.000 orang. Sisanya sebanyak 3.000 orang akan diperuntukkan bagi jemaah haji khusus. Jadi, total jemaah haji khusus menjadi 20.000 orang," kata Suryadharma.

Kuota haji Indonesia adalah 211.000 orang. Jumlah itu dialokasikan bagi jemaah haji reguler sebanyak 194.000 orang dan jemaah haji khusus sebanyak 17.000 orang. Namun, hingga akhir perpanjangan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji, tersisa 2.585 kursi.

"Sisa kuota itu dikembalikan lagi ke daerah masing-masing. Kalau belum terserap juga, diambil alih Menteri Agama. Sedangkan penambahan kuota sebesar 10.000 orang itu akan diprioritaskan untuk daerah yang daftar tunggunya tinggi dan calon jemaah yang usianya sudah lanjut," kata Suryadharma.

Sementara pondokan jemaah haji Indonesia di Mekkah tahun ini mengalami peningkatan kualitas dibandingkan dengan tahun lalu, dengan jarak lebih dekat dari Masjidil Haram. Telah disiapkan 319 gedung dengan total kapasitas 202.016 orang. Sebanyak 93 persen berjarak kurang dari 2 kilometer dari Masjidil Haram, sedangkan 7 persen berjarak 2,01-2,5 kilometer.

Pengundian (qur'ah) pondokan dan maktab akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2011. Adapun semua pondokan jemaah haji di Madinah tahun ini akan berada di wilayah Markaziah dengan jarak maksimal 500 meter dari Masjid Nabawi. Untuk transit jemaah haji yang pulang melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, telah disiapkan akomodasi di 11 hotel dengan kapasitas 140.000 orang. Demikian catatan online Blogger Pontianak yang berjudul Penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia.
READ MORE ~>> Penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia