21.57

Hujan meteor Leonid

Hujan meteor Leonid bukan hujan terakhir yang bakal dinikmati warga bumi tahun ini. Desember nanti, langit juga akan dihiasi 'atraksi' meteor Geminid. Tepatnya 14 Desember.

"Jumlahnya tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu, sekitar 20 meteor per jam," kata astronom Observatorium Bosscha, Evan I. Akbar, saat dihubungi media, Jumat 18 November 2011.

Hujan meteor Geminid, Evan melanjutkan, mencapai puncaknya tahun 1998 silam. "Waktu itu jumlahnya sampai 1.000 meteor per jam. Setiap tahun jumlahnya memang berbeda-beda," kata dia.

Berbeda dengan karakteristik Leonid yang berwarna merah dan hijau dengan ukuran sebesar kerikil, Geminid memiliki warna lebih beragam tergantung bahan meteornya. "Ada biru, oranye, hijau kalau bahannya dari silikat, merah karena pengaruh magnesium, dan warna-warna lainnya," kata Evan.

Sementara ukuran meteor ini seperti umumnya meteor normal, sebesar butiran pasir. Kecepatan Geminid menghujam bumi sekitar 50 km per detik. "Meteor bisa dilihat dengan mata telanjang, dengan catatan cuaca cerah," kata Evan yang juga koordinator kunjungan observatorium yang berlokasi di Bandung itu.

Hujan meteor masih akan berlanjut hingga 2012 mendatang yang diperkirakan akan terjadi sebanyak 10 kali dengan waktu dan jenis berbeda. "Paling dekat 4 Januari, saat itu langit akan dihiasi hujan meteor Aquarid," ujar Evan.
READ MORE ~>> Hujan meteor Leonid

10.44

Dipusingkan serbuan lalat

Sejak sepekan terakhir, warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dipusingkan serbuan lalat ke pemukiman. Hal ini membuat banyak warga menyiapkan perangkap untuk mengusir lalat. Penyebab banyaknya lalat ini disinyalir berasal dari ampas sawit yang terkena guyuran hujan. Di sejumlah tempat, warga sibuk mengurusi serbuan lalat. Yang paling direpotkan adalah pemilik rumah makan dan warga yang pemukimannya kotor. Seperti Rumah Makan Fenny di Kecamatan Keluang, yang kiandisibukkanolehserbuanlalat.

Warga yang makan harus resah dan kurang nyaman mengingat banyaknya lalat. Pemilik warung, Fenny, menuturkan, sudah sejak seminggu terakhir ini ratusan lalat kerap datang. Fenny pun sudah berupaya mengusir lalat-lalat tersebut dengan menyalakan lilin di atas meja. Namun, tetap saja serangga bersayap ini tidak bergeming.

“Kami pusing,banyak sekali lalat di sini,”katanya seraya menyiapkan lilin untuk mengusir lalat-lalat tersebut. Hal yang sama juga dirasakan pemilik rumah makan di kawasan Sungaililin dan Bayunglencir. Untuk mengatasi serbuan lalat, selain menyalakan lilin, banyak pedagang yang menyajikan daun pepaya muda di atas meja yang ditaruh di dalam gelas berisikan air asin.

Menurut banyak warga, daun pepaya ini dipercaya bisa mengusir lalat dari meja makan. “Kami juga gak tahu kok bisa banyaklalat. Mungkindaribekas ampas sawit yang terkena hujan. Dengan daun pepaya ini agak berkurang,” kata Yanto, warga KecamatanTungkal Jaya, Muba. Menyikapi ini, Kepala Dinas Kesehatan Muba Taufik Rusydi menjelaskan,seekor lalat dalam beberapa jam bisa “menginfeksi”makanan dengan berjuta-juta kuman.

Lalat dalam membawa kotoran bukan saja pada kakinya yang berbulu, melainkan juga pada semacam kantong yang diisinya sewaktu makan. Setelah mengambil makanan secukupnya dari timbunan kotoran, lalat akan beristirahat dan mencerna makanan tadi. Lalat kemudian akan mengeluarkan kotoran hasil pencernaannya tadi ke makanan yang dihinggapinya atau berbagai tempat, seperti meja makan, tembok atau bahkan dalam bak air. Menurut dia, kotoran yang dikeluarkan lalat mengandung berbagai macam-macam kuman, seperti tyhpus abdominalis, kolera, disenteri, scarlatina, diphteria, polio malahan telur cacing dan parasit usus.
READ MORE ~>> Dipusingkan serbuan lalat