17.20

Bupati Majene

Bupati Majene kembali melakukan mutasi.Sebanyak 275 orang yang terdiri atas pejabat eselon III dan IV serta noneselon mendapat tempat tugas baru. Beredar rumor bahwa sejumlah pegawai mendapat pekerjaan yang bagus sebagai imbalan jasa terhadap keterlibatannya dalam Pilkada Bupati. Rumor ini dipicu lantaran beberapa pegawai, termasuk pegawai baru, melangkahi beberapa seniornya. Bupati Majene Kalma Katta membantah mutasi dilakukan karena dendam pilkada.

Dia mengatakan,mutasi dilakukan melalui mekanisme, yakni dibahas cukup lama dan melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat). Anggota DPRD Majene Hasriadi yang mengikuti prosesi pelantikan mengatakan,mutasi yang dilakukan Bupati Majene sudah merupakan kewajaran. ”Mutasi kali ini sudah pantas dan wajar,” katanya seusai mengikuti pelantikan,kemarin.

Kepala SMK Negeri 1 Majene Haswin Tambari termasuk salah satu dari orang yang dimutasi. Dia mendapat tempat baru sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Majene yang juga disebut SMK Kelautan.Sementara Kepala SMK Kelautan Sudarfiana yang digantikan,mendapat posisi sebagai kepala sekolah di SMK Negeri 1 Majene. Dua kepala sekolah ini bertukar tempat.

Dua kepala sekolah ini mengaku belum mendapatkan SK dan penempatan mereka tidak dibacakan saat pembacaan keputusan bupati tentang mutasi. Namun, keduanya telah banyak mendengar dari pegawai di lingkup Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tentang jabatan baru mereka. Mengenai status yang disandang SMK Negeri 1 Majene sebagai rintisan sekolah bertarafinternasional( RSBI) diyakini akan lebih bagus penanganannya di tangan Sudarfiana.
READ MORE ~>> Bupati Majene

17.19

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Koordinator Cabang Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menilai, Polres Mamuju lamban menangkap penganiaya aktivis Laskar Antikorupsi Sulbar (Lak-Sulbar) Muslim Fatillah Azis.

Hingga saat ini polisi belum menangkap pelaku penganiaya aktivis Lak-Sulbar,Muslim Fatillah Azis.Pelaku masih berkeliaran,” kata Ketua Korcab PMII Sulbar Elmansyah. Menurut dia, penyerangan terhadap aktivis antikorupsi Sulbar merupakan upaya membungkam demokrasi. Tindakan penyerangan itu juga menodai tumbuhnya demokrasi di negara ini yang tidak boleh dibiarkan dan harus ada proses hukum.

Muslim Fatillah Azis, yang juga Ketua Lak-Sulbar, sebelumnya nyaris tewas ditusuk dengan senjata tajam oleh dua orang tak dikenal di tempat kosnya, Pondok Kaisar, di sekitar Jalan Soekarno Hatta,Selasa (24/1) malam, sekitar pukul 24.00 Wita. Kapolres Mamuju AKBP Darwis Rincing mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan aparatnya.
READ MORE ~>> Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia