05.15

Dana aspirasi DPRD Pinrang

Dana aspirasi DPRD Pinrang yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 mencapai Rp1,5 miliar. Setiap anggota Dewan, 35 orang, mendapat jatah Rp300 juta. Dana aspirasi tersebut diterima dalam bentuk kegiatan proyek. Setiap anggota dewan mendapat tiga kegiatan proyek, yang nilainya masing-masing Rp100 juta. Diduga ada keterlibatan oknum legislator dalam mengelola dana aspirasi tersebut. Bahkan, disebut-sebut, ada sejumlah anggota DPRD Pinrang yang mendapat dana aspirasi lebih besar.

Modusnya, memasukkan proposal ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengatasnamakan kegiatan dana aspirasi.Ironisnya, dana aspirasi justru dikeluhkan banyak rekanan lokal. Pasalnya,mereka tidak lagi memiliki peluang untuk mendapat proyek lantaran diduga sebagian besar telah dikelola anggota Dewan. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pinrang Alimuddin Budung membenarkan nilai dana aspirasi yang disepakati anggota DPRD Pinrang sebesar Rp1,5 miliar.

Dana tersebut merupakan usulan masyarakat melalui legislatif. Alimuddin Budung mengatakan, kesepakatan tersebut, berlaku bagi seluruh anggota dewan, kecuali ketua dan dua wakil ketua DPRD, yang mendapatkan dana aspirasi lebih besar. “Dana aspirasi itu dalam bentuk kegiatan seperti proyek dan pengadaan yang didrop ke masing-masing daerah pemilihan (dapil) anggota DPRD.Dana aspirasi tersebut sama sekali tidak menghambat rezeki kontraktor untuk mendapatkan proyek karena akan dikerjakan oleh kontraktor juga,”ungkap Alimuddin.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Persada Pinrang Rahim Akil menilai dana aspirasi yang dibagi ke seluruh anggota DPRD Pinrang tersebut hanya kedok untuk memperkaya pribadi dan kelompok mereka. Akibat dana aspirasi tersebut, banyak pengusaha jasa kontruksi tidak mendapat kesempatan mengadapat proyek. “Dana aspirasi adalah trik DPRD untuk menggerogoti APBD,”kata Rahim Akil.

Anggota Komisi III Abdullah Tappareng membantah keras tudingan anggota Dewan mengelola proyek dana aspirasi. “Anggota DPRD yang main proyek, tentu dipastikan melanggar aturan. Saya pribadi menolak seperti itu.DPRD cukup meneruskan aspirasi rakyat tanpa harus ikut-ikutan terlibat bermain proyek,” kata Abdullah Tappareng.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Pinrang Suardi Saleh mengungkapkan, DPRD memiliki kewenangan memasukkan usulan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. “Pengerjaan proyek hanya diberikan kepada perusahaan yang memenuhi kualifikasi, bukan atas nama anggota Dewan,”ungkap Suardi.
READ MORE ~>> Dana aspirasi DPRD Pinrang

19.16

Mulai Menjaring Calon Wakil Gubernur Sulsel

DPD I Partai Golkar Sulsel mulai menjaring calon wakil gubernur yang akan mendampingi calon incumbent Syahrul Yasin Limpo mulai, Selasa (18/4) hingga satu pekan ke depan. Setelah ditutup pendaftaran calon gubernur, besok (hari ini) kami akan buka pendaftaran untuk cawagub (calon wakil gubernur),” ujar Wakil Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Sulsel Ajiep Padindang, kemarin.

Dia mengatakan, pemilihan cawagub memang tidak bersamaan dengan pendaftaran cagub. Sebab, penentuan cawagub juga akan ditentukan oleh cagub yang akan diusung Partai Golkar. Meski belum ada rekomendasi resmi, Syahrul yang juga Ketua DPD I Golkar Sulsel dipastikan akan mengendarai partai beringin itu.

“Jadi, cagub-nya harus duluan dipilih,karena cagub juga berperan dalam menentukan pendampingnya,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Sulsel itu. Ajiep juga mempersilahkan kader-kader Golkar yang mengincar kursi cawagub untuk segera mendaftar.Saat ini, terdapat tiga kader Golkar yang berniat mendampingi Syahrul, yakni incumbent Agus Arifin Nu’mang, Wakil Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, dan Sekprov Sulsel Andi Muallim.

Sementara itu, Roem yang dikonfirmasi soal keinginannya, belum bisa memutuskan apakah akan mendaftar atau tidak di partai yang dibesarkannya itu. Dia mengaku,masih pikir-pikir sebelum melangkah lebih jauh.“Saya minta petunjuk sama yang di atas,” kata Roem sambil tersenyum.
READ MORE ~>> Mulai Menjaring Calon Wakil Gubernur Sulsel

19.55

Aksi Premanisme Di Dunia Pendidikan Sulbar

Aksi premanisme kembali mencoreng dunia pendidikan di Sulbar. Kali ini, seorang guru bidang studi biologi SMA Negeri 1 Pamboang Kabupaten Majene Saharuddin, dilaporkan ke polisi. Mengetahui anaknya dipukul, Kaco, 46, orang tua siswa, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pamboang.Dia mendatangi Mapolsek Pamboang bersama anaknya, Irwan, siswa kelas X6 SMA Negeri 1 Pamboang. Menurut dia, laporan yang dilayangkan ke polisi itu dengan harapan agar perbuatan guru tersebut tetap dilanjutkan dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Irwan mengatakan, pemukulan yang dialaminya itu terjadi pada Senin (4/4), saat upacara berlangsung. Dia mengaku baru datang ke sekolah dan menyadari dirinya terlambat. Dia pun bergegas menuju ruang kelas untuk menyimpan tas, tapi di depan kelas telah berdiri guru biologinya, Saharuddin.“Dia menendang saya dan menampar menggunakan topi,”ujarnya. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pamboang Hamzah mengakui, kejadian tersebut telah dilakukan perdamaian antara guru dan murid bersangkutan. Sepengetahuannya persoalan itu sudah tidak ada lagi,tapi belakangan diketahui bahwa orang tua Irwan melapor ke polisi.

“Waktu itu saya sudah damaikan. Namun, setelah di Jawa (dinas), saya mendengar bahwa orang tua Irwan melapor ke polisi,” ujarnya kepada media, kemarin. Dia juga mengakui melakukan perbuatan tersebut, tapi membantah menendang siswa, melainkan secara refleks kakinya terangkat melihat siswanya melintas di depannya tanpa beretika. “Tidak ada niatku memukul siswa, tapi refleks saja kaki keluar melihat Irwan melintas di depanku dengan tidak sopan,”katanya. Kapolsek Pamboang AKP Nano membenarkan laporan pemukulan oleh guru terhadap siswanya.

Dia mengatakan, pihaknya telah memeriksa saksi pelapor. Kendati telah menerima laporan dan sudah diproses, AKP Nano menyatakan, tetap mengedepankan mediasi untuk mencari peluang mendamaikan kedua pihak.“Melihat hasil visum,tidak juga terdapat luka, melainkan hanya lecet sedikit. Kami (polisi) tetap mengedepankan mediasi, tapi itu tergantung korban,”tandasnya.
READ MORE ~>> Aksi Premanisme Di Dunia Pendidikan Sulbar