19.42

Badan Pemeriksa Keuangan Diminta Untuk Lebih profesional

Fortuner SUV Terbaik. Badan Pemeriksa Keuangan diminta untuk lebih profesional, terbuka, serta jujur dalam melakukan audit investigasi kasus dugaan penyelewengan proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

”BPK harus profesional dan terbuka, serta mengedepankan kejujuran,” kata anggota Panitia Kerja (Panja) Hambalang Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Dedi S Gumelar, Sabtu (20/10). Jangan sampai BPK menjadi alat kepentingan kelompok politik tertentu, dengan menutupi pihak-pihak yang terlibat.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menengarai ada sesuatu yang sengaja disembunyikan BPK. Sebab, hingga saat ini BPK belum juga menyelesaikan audit investigasi kasus Hambalang yang merupakan permintaan Komisi X. Padahal Juli lalu, Ketua BPK Hadi Purnomo berjanji akan menyelesaikan audit selama 100 hari.

Kecurigaan itu diperkuat dengan pernyataan anggota BPK, Taufiequrrachman Ruki, yang mencurigai ada intervensi pihak tertentu dalam audit BPK.

Pasti tahu

Dedi juga mempertanyakan kemungkinan hilangnya nama Andi Mallarangeng dalam audit BPK. Menurut dia, tidak mungkin seorang menteri tidak mengetahui penyelewengan anggaran di dalam kementeriannya. ”Sesuatu yang tidak masuk akal kalau menteri tidak mengetahui penyalahgunaan anggaran di kementeriannya. Menteri pasti tahu,” katanya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga merupakan lembaga utama proyek Hambalang sehingga tidak mungkin Menpora tidak mengetahui proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan proyek. ”Terlepas salah atau tidak salah kalau Menpora tidak tahu proyek Hambalang rasanya aneh, di luar nalar sehat. Pengguna anggaran kan menteri, bukan pegawai eselon I atau II,” ujarnya. Apalagi, anggaran proyek Hambalang mencapai Rp 2,5 triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Jumat, juga menyatakan, tidak mungkin seorang pimpinan kementerian atau lembaga pemerintah tidak mengetahui proyek dalam instansinya. Namun, dalam berbagai kesempatan, Andi Mallarangeng selalu membantah tersangkut proyek itu. Bahkan, ia juga membantah telah diminta mundur oleh Presiden terkait kasus tersebut.

Panja Hambalang berharap BPK dapat segera menyelesaikan audit investigasi dan menyerahkan kepada DPR paling lambat sebelum Masa Persidangan I Tahun Sidang 2012-2013 berakhir, tanggal 25 Oktober mendatang.

Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat, Taufik Kurniawan, menegaskan, DPR dalam posisi menunggu hasil audit BPK. DPR tidak bisa mengintervensi hasil audit investigasi BPK. Menurut Ruki, audit diharapkan selesai pada pekan depan.

Sebelumnya, Ketua BPK Hadi Purnomo menyatakan, audit investigasi proyek Hambalang belum selesai karena ada informasi dan data baru ”Jadi, tidak ada intervensi dari siapa pun untuk mencampuri laporan hasil audit investigasi BPK,” ujar Hadi.

Secara terpisah, anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho dan anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, di Jakarta, Sabtu, mengatakan, laporan audit investigasi proyek Hambalang yang berbeda-beda dapat dinilai sebagai upaya mengaburkan hasil audit dan melindungi orang terindikasi bermasalah.

Karena itu, BPK harus memperjelas laporan audit investigasi tersebut secara internal. Bahkan, BPK dapat melaporkan temuan berbeda-beda itu kepada penegak hukum jika ada indikasi pidana.

Kunjungi Blognya: Kanghari
READ MORE ~>> Badan Pemeriksa Keuangan Diminta Untuk Lebih profesional

06.58

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana

Fortuner SUV Terbaik. Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana menilai vonis Mahkamah Agung (MA) atas Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan pemilik pabrik narkoba Hendy Gunawan tidak masuk akal.

Dikabulkannya vonis PK Hendy Gunawan yang membuat Mahkamah Agung (MA) menganulir hukuman mati bersangkutan menjadi 15 tahun penjara telah menciderai perang lawan narkoba yang didengungkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Presiden saja memberi grasi (narkotika) dari hukuman mati ke seumur hidup. Sedangkan, (MA) ini memberi hukuman mati ke 15 tahun, dalam memberikan hukuman itu harus hati-hati. Tak bisa seperti itu," kata Denny di Wisdom, Jakarta, Senin (15/10/2012).

Denny menilai, dalam menjatuhkan vonis Mahkamah Agung (MA) tidak hanya mempertimbangkan satu sisi saja yaitu kemanusiaan. Hakim harus mempertimbangkan sisi-sisi hukum lainnya yang saling berkaitan.

Lebih jauh lagi, ia tidak dapat berkomentar banyak mengenai putusan yudikatif Mahkamah Agung. Namun demikian, Mahkamah Agung harus tetap didorong untuk memberikan vonis yang sesuai dan setimpal atas yang pelaku kejahatan lakukan.

Meskipun dirinya kecewa atas putusan Mahkamah Agung terhadap Hengky Gunawan, ia meminta hal ini selayaknya dijadikan pelajaran hakim MA untuk menjatuhkan putusan yang adil.

"Pokoknya pemberantasan narkoba itu harus jalan terus, ini (putusan MA atas Hengky) pelajaran yang berharga," tambahnya.

Sebelumnya, MA menganulir vonis mati bagi pemilik pabrik narkotika Henky Gunawan. Dalam putusan Peninjauan Kembali (PK), Hengky hanya dihukum 15 tahun penjara dengan alasan hukuman mati melanggar Konstitusi.

Putusan ini dijatuhkan oleh Imron Anwar selaku ketua majelis dengan Achmad Yamanie dan Prof Dr Hakim Nyak Pha selaku anggota. Perkara bernomor 39 K/Pid.Sus/2011 menganulir putusan kasasi MA sebelumnya yang menghukum mati Henky.
READ MORE ~>> Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana