22.30

Technopreneurship Camp

Badan Pusat Pengkajian Teknologi (BPPT) berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) dan Institut Teknologi Indonesia menyelenggarakan acara Technopreneurship Camp pada 10-12 September 2013 di Puspitek, Serpong. Pada acara ini, BPPT membidik potensi-potensi calon teknoprener atau pengusaha pemula berbasis teknologi informasi dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat bisnis yang berusia kurang dari 35 tahun.

Menurut Marzan Aziz Iskandar, Kepala BPPT, teknoprener merupakan salah satu pilar dalam penguatan sistem inovasi yang harus terus dikembangkan agar perekonomian Indonesia ditopang oleh sistem industri yang kuat dan inovatif. "Technopreneurship mencari bibit-bibit muda Indonesia dalam meningkatkan perekonomian di tahun 2025 nanti," kata Marzan, di acara Pembukaan Techopreneurship Camp, Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, 10 September 2013.

Saat ini, Marzan menambahkan, jumlah pengangguran intelektual (terdidik) di Indonesia terus meningkat. Itu diakibatkan karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang berorientasi mencari kerja, bukan menciptakan pekerjaan. "Kondisi itu tentu menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan masalah itu harus segera dicarikan solusinya. Dengan menggelar Technopreneurship Camp ini, kami ingin membangun karakter teknoprener di anak-anak muda Indonesia," ujar Marzan.

"Jangan sampai di tahun 2025 nanti kita hanya menjadi bangsa konsumer, karena tidak bisa menciptakan suatu produk yang memiliki nilai jual." Di Technopreneurship Camp tahun ini, ada sekitar 105 peserta yang terbagi dari beberapa universitas di Indonesia dan dari kalangan umum. Para peserta akan menjalani tiga bagian pelatihan. Pertama, pelatihan bisnis dan teknologi, kedua, penyusunan rencana bisnis dan mentoring, dan ketiga, paparan proposal rencana bisnis para peserta.

Baca juga: Macam-Macam Penyakit Aneh.

0 komentar: